Senin, 09 Agustus 2010

Mikrofon

Pedoman Radio Lokal: Mikrofon
Mikrofon berfungsi untuk merubah suara menjadi energi listrik. Ada beberapa jenis dari mikrofon yang di kelompokkan menurut bentuk sensitivitas suara (omnidireksional, cardioid, bedil, dsb.), dan ditentukan oleh cara untuk merubah suara menjadi listrik. Seperti halnya instrumen musik, jenis dan model mikrofon yang berbeda mempunyai ciri-ciri yang berbeda pula.
Untuk pengumuman di studio, umumnya stasiun radio mempergunakan mikrofon “cardioid” yang mempunyai kepekaan terbatas pada lingkup ruang yang ada di depan mikrofon dalam jarak dekat. Sehingga membuatnya tidak peka terhadap suara-suara dibagian lain studio. Kepala mikrofon macam ini sering dibungkus dengan plastik busa (foam) untuk mengurangi suara letupan pada huruf “p” serta bunyi desis pada huruf “s”, dan sebagainya.

Mikrofon direksional sangat peka terhadap volume udara berbentuk contong (cone). Lebar contong ini menentukan arah penerimaannya. Mikrofon jenis ini dipakai di studio untuk keperluan wawancara dan diskusi panel. Apabila mikrofon semacam ini cukup kuat maka kita dapat memakainya diluar studio dan sifat direksionalnya akan membantu mengurangi kebisingan dari lingkungan sekitarnya. Pada jarak dekat mikrofon seperti ini umumnya sangat peka terhadap suara-suara dengan frekwensi rendah. Banyak penyiar yang memanfaatkan kelebihan mikrofon ini untuk membuat suara mereka terdengar lebih dalam dan lebih akrab.
Mikrofon jenis profesional bervariasi harganya dari ratusan dollar sampai ribuan dollar. Jenis yang mahal umumnya jenis “condenser” yang menangkap dan menghasilkan suara-suara rinci dengan baik sehingga sering dipakai untuk merekam musik-musik klasik. Jenis Mikrofon macam ini yang sangat dihargai adalah buatan Neumann dan AKG. AKG model C414B saat ini merupakan model kesayangan di stasiun-stasiun radio Amerika. Sebuah tombol dibagian bawahnya dapat mengatur penangkapan untuk 4 jenis pola reaksi ruangan yang berbeda: cardioid, hypercardioid, direksional dan direksional ganda.
Masalah dengan mikrofon kondenser adalah harganya yang mahal dan konsumsi tenaga listriknya yang cukup tinggi. Tenaga listriknya berasal dari batrei yang ada di dalam mikrofon (yang harus diganti setelah dipakai beberapa ratus jam), atau dari sumber listrik eksternal (sampai 48 V, yang biasanya disalurkan lewat kabel mikrofon). Beberapa jenis mixer memang sudah dirancang untuk menyediakan “tenaga phantom” yang diperlukan oleh mikrofon kondenser ini. Akan tetapi beberapa jenis mikrofon kondenser buatan Eropa memakai sistem berbeda yang disebut tenaga “A-B” atau “T” yang tidak kompatibel dengan tenaga phantom. Apabila kita bermaksud menggunakan mikrofon kondensor pertama kali harus kita ketahui jenis daya/tenaga yang dipakainya. Kemudian kita harus berkonsultasi dengan pemasok konsol mixer kita untuk mengetahui apakai daya jenis itu dapat disediakan oleh mixer kita atau bisa diadakan secara opsional dan berapa harganya.
Mikrofon dinamis berharga lebih murah dan tidak membutuhkan tenaga listrik: energi suara sudah mencukupi untuk menggerakkan outputnya. Mikrofon jenis ini tidaklah sepeka mikrofon kondenser, akan tetapi pemeliharaan mikrofon jenis ini lebih mudah dan cukup memadai untuk pembicaraan. Merek-merek yang terkenal untuk mikrofon jenis ini di stasiun-stasiun radio Amerika meliputi: AKG, Electro-Voice, Sennheiser dan Shure. Mikrofon dinamis Electro Voice tipe RE 20 merupakan jenis yang paling banyak dipakai. Model MD421 juga merupakan jenis yang sangat dihargai.
Ketika kita mengumpulkan berita di luar studio maka beberapa jenis suara di lingkungan tempat wawancara kita diperlukan untuk memberikan kesan keaslian dan keberadaan kita ditempat tersebut. Untuk tujuan tersebut beberapa jurnalis menggunakanmikrofon direksional, direksional ganda atau omnidireksional, karena mikrofon jenis ini tidak mengisolir suara pembicara seperti halnya mikrofon cardioid. Mikrofon bentuk bedil (shotgun) dirancang untuk mengambil suara jarak jauh. Beberapa mikrofon lapangan mempunyai tombol dipegangannya atau dilengkapi dengan beberapa kapsul untuk merubah tangkapan ruangnya.
Mikrofon lapangan harus kuat untuk dibawa kemana-mana bahkan tidak rusak kalau jatuh. Mikrofon Beyer model 58 diakui oleh banyak orang sebagai mikrofon pegangan omnidireksional yang mempunyai hasil suara paling baik. Mikrofon Electro-Voice model RE50, 635A dan DO56 juga merupakan tipe yang populer. Jenis-jenis ini mudah dibawa dan bebas gangguan suara angin dan tidak mudah rusak.
Mikrofon dirancang untuk mengumpulkan dan menyiarkan berita mempunyai impedansi yang rendah (50-600 ohms). Sebaliknya mikrofon dengan “impedansi tinggi” dipakai dalam acara-acara publik seperti konser, kampanye politik yang menggunakan loudspeaker yang besar-besar. Mikrofon dengan impedansi tinggi tidak dapat dipakai dengan perlengkapan siaran standar tanpa memakai adaptor. Kalau kita pakai mikrofon jenis ini dengan adaptor untuk siaran maka kabelnya harus pendek dan terbungkus dengan baik serta mempunyai grounding yang baik untuk menghindari suara balik atau suling dan hilangnya frekwensi audio yang tinggi. Jadi lebih baik untuk hanya memakai mikrofon dengan impedansi rendah untuk perekaman dan penyiaran.
_____________
Artikel: PEDOMAN RADIO LOKAL
Author: Robert Horvitz
INTERNEWS Media Elektronik Independen
73 Spring Street Suite 401. New York, NY 10012 USA
Phone 212.966-4141. Telex 469051. Fax 212-966-3193
Translated by: Efendi - @ Copyright 1991 - Internews Indonesia
Sumber: http://www.bogor.net/idkf/idkf/fisik/wireless/Pedoman%20Radio%20Lokal.doc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Via Facebook

Esbiwan Multimedia : Electronic Service, Perancangan FM Transmitter, Computer Maintenance, Warnet. Alamat : Blok Cicadas RT 09/20 Kel Dangdeur Subang. Telp. (0260) 413809, 08179267319