Selasa, 31 Agustus 2010

I’TIKAF

I’TIKAF
 
Pengertian I'tikaf

Secara harfiyah, I’tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan
demikian, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna
mendekatkan diri kepada Allah Swt. Penggunaan kata I’tikaf di dalam Al-Qur’an terdapat pada firman
Allah Swt: “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu
campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah
kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat ayat-Nya kepada manusia supaya mereka
bertaqwa.” (QS 2:187).

Kujang

Kujang


Kujang


Masyarakat Jawa Barat yang mayoritas beretnis Sunda memiliki lambang daerah berupa gambar yang di tengahnya menampilkan senjata tradisional yang disebut kujang. Kujang adalah senjata tradisional berupa senjata tajam yang bentuknya menyerupai keris, parang, dengan bentuk unik berupa tonjolan pada bagian pangkalnya, bergerigi pada salah satu sisi di bagian tengahnya dan bentuk lengkungan pada bagian ujungnya. Bagi masyarakat Sunda, kujang lebih umum dibandingkan dengan keris.
 Degung



Degung adalah kumpulan alat musik dari sunda.
Ada dua pengertian tentang istilah degung:
* degung sebagai nama perangkat gamelan
* degung sebagai nama laras bagian dari laras salendro ( berdasarkan teori Machyar Angga Kusumahdinata).
Degung sebagai unit gamelan dan degung sebagai laras memang sangat lain. Dalam teori tersebut, laras degung terdiri dari degung dwiswara (tumbuk: (mi) 2 – (la) 5) dan degung triswara: 1 (da), 3 (na), dan 4 (ti).

Angklung

 Angklung




Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dar Tanah Sunda, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

POM Tahu Lembang

POM Tahu Lembang


POM Tahu Lembang


Berjalan-jalan ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, wisatawan akan merasakan sejuknya udara. Bila hendak beristirahat sejenak, mereka bisa menikmati susu murni Lembang yang sudah terkenal itu. Jalur menuju Lembang dari Kota Bandung yaitu melalui Jalan Setiabudhi.
Mendekati Hotel Grand Lembang, dari kejauhan, tampak sebuah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Warna bangunannya merah dan putih. Selain itu, berdiri papan vertikal yang biasanya menjadi media untuk mencantumkan daftar bahan bakar minyak (BBM).

Ciung Wanara

Ciung Wanara

Ciung Wanara


Prabu Barma Wijaya Kusuma memerintah kerajaan Galuh yang sangat luas. Permaisurinya 2 orang. Yang pertama bernama Pohaci Naganingrum dan yang kedua bernama Dewi Pangrenyep. Keduanya sedang mengandung
Pada bulan ke-9 Dewi Pangrenyep melahirkan seorang putra. Raja sangat bersuka cita dan sang putra diberi nama Hariang Banga.

Wayang Golek

Wayang Golek


Wayang Golek


Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.

Kuda Renggong

 Kuda Renggong

Kuda Renggong


Kuda Renggong merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Kata “renggong” di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (bahasa Sunda untuk “ketrampilan”) cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang, yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan anak sunat.

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu


Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu


Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Tresnawangi Group

 Lingkung Seni Sisingaan Tresnawangi Group

 Lingkung Seni Sisingaan TRESNAWANGI GROUP
Alamat : Blok Cicadas RT 09/20 Kel. Dangdeur Subang 41212, Telp. (0260) 413809, 08179267319, 081324981481





Sisingaan atau Gotong Singa (sebutan lainnya Odong-odong) merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat Jawa Barat, khas Subang (di samping seni lainnya seperti Bajidoran dan Genjring Bonyok) berupa keterampilan memainkan tandu berisi boneka singa (Sunda: sisingaan, singa tiruan) berpenunggang.

Sari Ater

Sari Ater / Ciater

Sari Ater / Ciater


Seorang Ibu yang sudah cukup berumur santai duduk bersila diatas tikar bersama dengan anggota keluarganya. Disekitar lokasi duduk tersebut terdapat sumber mata air panas bercampur belerang yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Karena itu, tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Salya Gugur

Salya Gugur














Memasuki hari ke tujuh belas perang besar ke empat saat ini, Bratayuda Jaya Binangun. Sudah menjadi kodrat Dewata yang Maha Agung, menjadi pembicaraan para resi dan brahmana bahwa perang ini harus terjadi untuk mengadili yang salah dan mengunggulkan yang benar. Apapun alasannya, perang tetaplah perang. Yang unggul akan menjadi arang dan yang kalah akan menjadi abu. Kedua belah pihak yang berlawanan memanggul beban dan korban yang tiada terkira. Di perkemahan Bulu Pitu saat ini. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan kekesalan bercampur baur layaknya darah, bangkai, dan sisa peralatan perang dalam perasaan dan pikiran Prabu Duryodana. 

Sampai dengan hari ke 16 kemarin sudah tidak terhitung prajurit, kerabat, senopati, dan agul – agul Hastina yang sudah gugur di medan laga demi membela hasrat dan harga diri Sang Prabu. Dia sudah kehilangan putra mahkota Lesmana Mandrakumara yang tewas bersama Abimanyu, putra kesayangan Raden Arjuna. Adik iparnya Satria Banakeling, Raden Dayadrata juga telah meregang nyawa tewas di ladang Kurusetra. Demikian juga Satria dari Madyapura Raden Burisrawa juga telah gugur. Sang Maharesi Druna juga tidak kuasa bertahan lebih dari dua hari dalam medan perang, meskipun tewasnya Sang Resi bukan karena keunggulan dan kesaktian panglima – panglima Pandawa. 

Jumat, 27 Agustus 2010

Sejarah Kabupaten Subang

Prasejarah

Bukti adanya kelompok masyarakat pada masa prasejarah di wilayah Kabupaten Subang adalah ditemukannya kapak batu di daerah Bojongkeding (Binong), Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Temuan benda-benda prasejarah bercorak neolitikum ini menandakan bahwa saat itu di wilayah Kabupaten Subang sekarang sudah ada kelompok masyarakat yang hidup dari sektor pertanian dengan pola sangat sederhana.
Selain itu, dalam periode prasejarah juga berkembang pula pola kebudayaan perunggu yang ditandai dengan penemuan situs di Kampung Engkel, Sagalaherang.

Skematik Rangkaian

Download Skema Format PDF
  1. Mini UPS 
  2. Short-Circuit Protection in DC Low-Voltage Systems 
  3. Inverter for Soldering Iron
  4. Multitone Sirene
  5. Generator Room Light
  6. Liquid Level Alarm
  7. DC Power Manager
  8. Skin Respons Meter

Rabu, 25 Agustus 2010

Aksara Sunda

Aksara Sunda

Aksara Sunda nujul ka hiji sistim ortografi hasil karya masarakat Sunda nu ngawengku aksara jeung sistim kaaksaraan pikeun nuliskeun basa Sunda. Aksara Sunda ngarujuk ka aksara Sunda Kuna nu kungsi dipaké sahanteuna ti abad ka-14 nepi ka abad ka-18.

Selasa, 24 Agustus 2010

Pemancar FM

PEMANCAR FM

Oleh : Ade Deon

Pendahuluan

Di antara keuntungan FM adalah bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth (lebar pita) yang lebih besar, dan fidelitas yang tinggi. Jika dibandingkan dengan sistem AM, maka FM memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

Lebih tahan noise

Frekuensi yang dialokasikan untuk siaran FM berada diantara 88 – 108 MHz, dimana pada wilayah frekuensi ini secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan. Jangkauan dari sistem modulasi ini tidak sejauh, jika dibandingkan pada sistem modulasi AM dimana panjang gelombangnya lebih panjang. Sehingga noise yang diakibatkan oleh penurunan daya hampir tidak berpengaruh karena dipancarkan secara LOS (Line Of Sight).

Senin, 23 Agustus 2010

Antenna Yagi FM

Gambar 1 Antenna Yagi FM Frek. 88-108 MHz

Minggu, 22 Agustus 2010

WEUREU PEUTEUY



Ceuceu jeung Neuneu keur reureuh deukeut beus beureum. Beuheung Neuneu euleugeug neuteup peuteuy meuhpeuy jeung leubeut deukeut kleub keurseus teuleum.
"Euleuh-euleuh, deungeun teuteureuy Ceu," ceuk Neuneu teu euleum-euleum. Ceuceu ceuleumeut nyeueung peuteuy leubeut jeung beuneur deukeut beungkeut seureuh.
"Heueuh, Neu. Eunceup yeuh, meuleum peuteuy jeung beunteur keur nyeubeuhkeun beuteung. Ceuceu geus leuleus neureuy beunceuh geuneuk jeung keuyeup reuneuh teu eureun-eureun." Ceuceu meureudeuy.
Neuneu nyeuleukeuteuk, "Heu..heu..heu.. Ceuceu, ceuceu.. Neureuy beunceuh jeung keuyeup reuneuh? Geuleuh Ceu, jeung teu seubeuh. Leuheung peuyeum, teu geuleuh jeung nyeubeuhkeun beuteung."
"Neuneu!" Ceuceu ngeuleuweuh. Leungeun Ceuceu ngeukeuweuk beubeur Neuneu, peureup Ceuceu deukeut beungeut Neuneu. Beungeut Ceuceu euceuy.
"Beuteung beuteung Ceuceu, beunceuh jeung keuyeup leueuteun Ceuceu. Teu Neu, Ceuceu teu geuleuh," Ceuceu nyeuneu.
"Heureuy Ceu.." ceuk Neuneu keueung neuleu Ceuceu neugtreug. "Ceuceu eudeuk beuleum peuteuy?"
"Peuteuy? Eudeuk Neu. Meungpeung peuteuy keur meuweuh jeung beuneur. Neureuy beuleum peuteuy jeung leupeut, leuh eunceup," Ceuceu meureudeuy. Beungeut Ceuceu geus teu euceuy.
"Ceuceu teu ceuceub nyeueung Neuneu?" ceuk Neuneu keukeuh keueung.
"Teu Neu, Ceuceu geus teu ceuceub." Ceuceu neuteup Neuneu seukeut. Neuneu reueus Ceuceu geus teu peupeuleukeuk.
Ceuceu jeung Neuneu ngeureuyeuh neureuy beuleum peuteuy teu eureun-eureun. "Teureuy Neu, meungpeung seueur. Peupeujeuh," ceuk Ceuceu geugeut.
Neuneu nyeuleukeuteuk. Ceuceu nyeukeukeuk. Leuh, Neuneu jeung Ceuceu weureu peuteuy euy!


Copyright © 2010 - Tata Danamihardja
Dicutat ti : SundaBlog 

Kang Jaja Lawan Bayawak (terasna Ngarah Calawak)


Ngaran-ngaran jalma, aya kalana nandangan naas. Tara salawasna jaya, tara salawasna gagah. Kadang-kadang balatak harta, kadang-kadang ngalaman katalangsara atawa namprak taya tangan pangawasa. Namprak, sanajan ngan sakadar hayang bala-bala atawa kadaharan basajan pantar jajanan pasar.
Saprak ngalaman nyangsaya na tangkal kalapa Mang Karta panyawah Babah Can, Kang Jaja rada samar kahayang. Sawatara mangsa Kang Jaja ngaprak ka pasawahan ngalaan karaca atawa hahayaman, malah kalan-kalan ngala anak bayawak sagala. Bayawak mah ayana na wahangan, najan kadang-kadang hanjat ka darat. Ngan sanajan sabaraha hayangna, Kang Jaja mah narah ngala atawa ngadahar kalapa. Basana waas, matak ngarakacak manah ana ras kana pangalaman basa nyaah ka Anah anak Mang Karta. Dahar bayawak? Wah, can ngalaman asana mah. Bayawak mah kasap sarta matak barangasan. Matak kang Jaja mah tara ngadahar, sabab pan bayawak mah jang bahan tas atawa calana Tarsan.
Dahar kalapa atawa bayawak mah narah, ngan kana bala-bala ngagalaksak. Saban Ahad atawa Salasa Kang Jaja ngahaja ngasakan bala-bala aya kana saparapat ayakanana. Basana jang tamba ngagaranggam, padahal mah Kang Jaja salawasna ngarasa lapar samangsa-mangsa padaharanana can kararaban bala-bala.

Ngarah Calawak



Asa kakara ngajaran nganjang ka parawan tanpa aya halanganana. Asa tara-tara, ngadak-ngadak, sabab saacanna mah kadang-kadang rada gagabah. Maksadna, tara tatanya saacanna naha sang parawan kacangcang manah ka jajaka gandang atawa tacan. Pan salah-salah, matak mamala tah!
Sang parawan ngaranna Anah, anak Mang Karta panyawah Babah Can. Najan sakadar anak panyawah, Anah gandang taya papadana. Awakna rada panjang, rarayna matak nahnay jajaka mata karanjang. Balatak jajaka nyaah ka Anah, hayang nganjang, hayang nyangcang. Hanjakal Anah narah, sabab hayangna ngan ka kang Jaja, jajaka bala dadana, malah bala saawak-awak, ngan hanjakal na mastakana mah rada carang.

Rabu, 18 Agustus 2010

Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor

Sebelum membahas tentang perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari Daya Semu, Daya Aktif dan Daya Reaktif.

Dalam sistem listrik AC/Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu:
• Daya semu (S, VA, Volt Amper)
• Daya aktif (P, W, Watt)
• Daya reaktif (Q, VAR, Volt Amper Reaktif)

Mempertanyakan Alat Penghemat Listrik

Alat "penghemat" listrik

Pada beberapa pusat keramaian seringkali ada yang menawarkan alat penghemat listrik. Klaimnya, konsumen hanya perlu memasang alat ini pada salah satu soket listrik untuk dapat menghemat listrik sampai dengan 40%.

Para penjual alat-alat ini umumnya dipersenjatai sebuah alat demonstrasi untuk menunjukkan kepada calon konsumen bahwa alat penghemat listrik tersebut memang benar-benar bekerja. Biasanya alat peraga dilengkapi dengan sumber daya listrik PLN, beberapa beban (lampu neon, bor, vacuum cleaner, pengering rambut, dan sebagainya), sebuah amperemeter dan tentunya alat yang dipasarkan. Klaim yang fantastis dan demonstrasi yang meyakinkan. Tetapi apakah alat-alat penghemat listrik tersebut memang dapat mengurangi biaya yang harus kita bayarkan ke PLN?

Sabtu, 14 Agustus 2010

Mengenal TCP/UDP

MENGENAL TCP/UDP

Sejarah

Pada tahun 1969, lembaga riset departemen pertahanan Amerika, DARPA (Defence advance Research Project Agency), mendanai sebuah riset untuk mengembangkan jaringan komunikasi data antar komputer. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan aturan komunikasi data Antar komputer yang bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lain. Tahan terhadap berbagai ganguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lain). Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan ARPANET. Tahun 1972, ARPANET didemontrasikan didepan peserta the first international Cenference on Computer Communication dengan menghubungkan 60 Node. Aplikasi internet yang pertama kali ditemukan adalah FTP. Menyusul kemudian e-mail, dan telnet, e-mail menjadi aplikasi yang paling popular dimasa ARPANET, tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya USENET yang pada awalnya menghubungkan Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET ADALAH Grup net. Ukuran ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar, protocol komunikasi data yang digunakan pada waktu itu yaitu, NCP(Network Commication Protocol), tidak sanggup menampung node komputer yang besar ini, DARPA kemudian mendanai pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum ini dinamakan TCP/IP departement pertahanan Amerika serikat menyatakan TCP/IP menjadi standart untuk jaringan pada 1982. Protokol ini kemudian di Adopsi. Definisi TCP/IP

Setting Modem

Informasi setting modem yang digunakan untuk layanan Telkom Speedy

ADSL Modem SMC













Default IP: 192.168.2.1
Default password: smcadmin
Setting Bridge:

* Klik WAN
* Clik ATM PVC
* Klik VCI
* Protocol: 1483 Bridging, VLAN: Default, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, Qos Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10
* Klik Save Settings

Senin, 09 Agustus 2010

TX FM Broadcast 15 Watt



Antenna 1/2 Lambda 2 Bay



Pembuatan Antenna FM 5/8 Lambda



Pembuatan Booster FM 80 Watt

Panel Steker

Pedoman Radio Lokal: PANEL STEKER
Panel Steker, seringkali diperlukan untuk mengubah lajur sinyal audio di studio. Sebuah diskusi panel mungkin memerlukan tambahan mikrofon, sejam kemudian kita perlu membuat kopi rekaman tape open reel ke rekaman bentuk cartridge yang tentunya memerlukan pengaturan yang berbeda. Atau mungkin studio hanya mempunyai satu equalizer dan beberapa sumber suara yang memerlukan equalizer tersebut dalam waktu bersamaan.

Mikrofon

Pedoman Radio Lokal: Mikrofon
Mikrofon berfungsi untuk merubah suara menjadi energi listrik. Ada beberapa jenis dari mikrofon yang di kelompokkan menurut bentuk sensitivitas suara (omnidireksional, cardioid, bedil, dsb.), dan ditentukan oleh cara untuk merubah suara menjadi listrik. Seperti halnya instrumen musik, jenis dan model mikrofon yang berbeda mempunyai ciri-ciri yang berbeda pula.
Untuk pengumuman di studio, umumnya stasiun radio mempergunakan mikrofon “cardioid” yang mempunyai kepekaan terbatas pada lingkup ruang yang ada di depan mikrofon dalam jarak dekat. Sehingga membuatnya tidak peka terhadap suara-suara dibagian lain studio. Kepala mikrofon macam ini sering dibungkus dengan plastik busa (foam) untuk mengurangi suara letupan pada huruf “p” serta bunyi desis pada huruf “s”, dan sebagainya.

Saluran Berimbang dan Tak Berimbang

Pedoman Radio Lokal: Saluran Berimbang dan Tak Berimbang
Sejalan dengan perbaikan peralatan audio yang tersedia bagi publik, tampaknya banyak diantaranya yang cukup baik untuk dipakai dalam studio siaran dan produksi profesional. Hal yang serupa juga terjadi pada pemutar CD. Godaan untuk memakainya meningkat disebabkan karena harga peralatan nonprofesional yang murah.
Akan tetapi ada masalah yakni kompatibilitas. Peralatan audio untuk pemakaian rumah tangga mempunyai output “tak berimbang” yang mengirimkan kekuatan sinyal yang lebih rendah dibandingkan dengan perlengkapan studio yang profesional (0,316 V [-10 dBm] dibanding 1,23 V [+4 dBm]). Output tak berimbang dirancang untuk disalurkan melalui kabel koaksial yang terdiri kawat penghantar tunggal di dalam selubung yang berhubungan dengan tanah (grounding). Sedangkan output berimbang dirancang untuk saluran audio dengan dua kawat penghantar yang tak satupun dihubungkan dengan tanah: ketika aliran listrik mengalir ke satu arah di kabel “A” maka aliran listrik yang setara mengalir dengan arah berlawanan di kabel “B”. Hubungan ke tanah seringkali disediakan oleh kawat ketiga dalam kabel tersebut. Oleh karenanya maka diperlukan penghubung/konektor yang berbeda bagi saluran-saluran berimbang dan tidak berimbang.
Saluran-saluran berimbang jauh dari resiko induksi arus maupun gangguan medan elektro magnet yang ada disekitar pemancar. Itulah sebabnya maka stasiun-stasiun pemancar menyukainya. Sayangnya, menghubungkan output tak berimbang kedalam input berimbang seringkali menimbulkan hasil yang tidak memuaskan - kecuali memakai interface/adaptor.

Studio dan Perkantoran

Pedoman Radio Lokal: STUDIO DAN PERKANTORAN
Berapakah jumlah orang yang akan bekerja di stasiun radio anda? Itu pertimbangan yang paling penting dibandingkan yang lain untuk menentukan luas ruangan yang diperlukan. Persyaratan minimum peralatan yang diperlukan bagi stasiun dengan daya rendah dapat ditampung dalam satu ruangan. Studio On Air harus dipisahkan dari kegiatan-kegiatan stasiun radio yang lain kecuali kalau semua materi siaran dapat dilakukan dengan direkam terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar kegiatan studio yang lain tidak mengganggu konsentrasi pelaku siaran yang sedang on air dan agar suara-suara berisik kegiatan yang lain tidak masuk kedalam mikrofon studio on air tersebut. (Perkecualian: beberapa stasiun radio menempatkan mikrofon studio on air di ruangan berita dengan tujuan untuk menangkap suara kesibukan dikantor untuk memberikan nuansa kekinian berita pada siaran berita mereka.)

Daya, Ketinggian dan Jangkauan Sinyal

Panduan Radio Lokal: Daya, Ketinggian dan Jangkauan Sinyal
Apabila kita berbicara mengenai jangkauan stasiun maka yang kita maksud adalah jarak maksimum dari antena pemancar ke tempat-tempat dimana siaran masih dapat diterima dengan baik oleh kebanyakan pendengar setiap saat. Jangkauan ini bukan hanya tergantung pada daya pemancar, akan tetapi juga tergantung pada besarnya gangguan radio lokal, bentuk permukaan tanah, rancangan antena dan pesawat penerima, dsb. Coba bayangkan gambaran peta seperti apa yang kita peroleh dalam keadaan yang sebenarnya kalau bukan semacam bentuk seni yang tak menentu. Berikut ini diberikan beberapa cara untuk memprediksi jangkauan.

Kabel Antena / Feedline

Pedoman Radio Lokal: KABEL ANTENA/FEEDLINE
Saat sinyal stasiun radio meninggalkan pemancar FM, bentuknya sudah berbeda dari saat memasuki studio. Konten audionya sama (harapan kita), tetapi menjadi lebih kuat dan terangkai dengan sinyal radio. Sinyal radio ini dikirimkan melewati kabel. Disini masalahnya karena sinyal radio yang sedang bergerak melalui kabel cenderung untuk berdifusi ke ruangan sekitarnya kecuali ada sesuatu yang mencegahnya.
Kabel antena bertugas mengirim sinyal-sinyal radio tersebut dari pemancar ke antena. Untuk menjaga agar pengiriman tersebut tidak bocor sebelum mencapai antena maka kabel tersebut harus berupa kabel koaksial dengan selubung penghantar sekeliling penghantar inti, atau sepasang kawat paralel yang dipisahkan dengan jarak tertentu. Kabel koaksial umumnya lebig mahal dan mudah menghilangkan daya meskipun jaraknya tidak terlalu jauh. Secara teoritis, kabel ganda paralel akan kehilangan daya lebih sedikit dalam jarak yang sama dibanding dengan kabel koaksial. Tetapy dalam praktek, kalau ada bengkokan sedikit saja sudah bayak dalya yang hilang di sana disamping itu kalau terdapat benda logam disekitarnya (misalnya antenanya atau kerangka yang menyangga antena), maka benda logam tersebut akan berinteraksi dengan sinyalnya. Oleh karena itu sebagian besar pemancar radio menggunakan kabel koaksial.

Komentar Via Facebook

Esbiwan Multimedia : Electronic Service, Perancangan FM Transmitter, Computer Maintenance, Warnet. Alamat : Blok Cicadas RT 09/20 Kel Dangdeur Subang. Telp. (0260) 413809, 08179267319