Senin, 13 Mei 2024

Cerita Wayang Golek Live Sanghyang Nata Dewa

Cerita Wayang Golek Live

Sanghyang Nata Dewa

Pagelaran live wayang golek masa lampau dengan judul Sanghyang Nata Dewa (Cepot Nyamur) Pimpinan Dalang Alm. H. Asep Sunandar Sunarya berdurasi sekitar 5 jam, direkam dengan kaset pita audio dan diputar dengandengan tape Samsung MAX-VS720 . Kaset pita kosong yang dipergunakan adalah sejumlah 6 buah (C60). Perekaman silaksanakan sekitar tahun 2008 beralamat di kampung Pasir Ceuri Kelurahan Sukamelang Kab. Subang Jawa Barat, dalam acara resepsi pernikahan.

Diceritakan di Negara Astina Sang Raja Prabu Duryodhana Putra Raja Dastarata, Gandari Putra, mengadakan kumpulan atau rapat yang dihadiri oleh Patih Arya Sangkuning / Arya Syuman, Resi Drona dan pejabat tinggi lainnya untuk membicarakan tentang masalah yang terjadi di negara Astina. Banyak hal yang harus diselesaikan dan dimusyawarahkan untuk dicari solusi atau jalan keluarnya. Saat itu di Astina terjadi bencana alam banjir disusul kekeringan yang tiada ujung belum lagi wabah penyakit yang melanda kepada masyarakat.

Selasa, 07 Mei 2024

Cerita Wayang Golek Live Prabu Wijarnaka

Cerita Wayang Golek Live Prabu Wijarnaka

Pengujian kualitas tape deck bigband Polytron BB 632K hasil dari restorasi pada konten sebelumnya, dengan menggunakan kaset pita audio hasil rekaman sekitar tahun 2004 di Kampung Cikadu Manyeti Dawuan Kabupaten Subang.

Diceritakan di sebuah negara siluman yang bernama negara Sela Bintara, keraton negara ini berada di sebuah goa. Dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Wijarnaka dan patih Kala Gundu. Disuatu kesempatan sang raja Prabu Wijarnaka mengumpulkan seluruh aparatur negara termasuk patih dan senopati. Dalam pertemuan tersebut Prabu Wijarnaka menanyakan tentang kondisi negara dan kesejahteraan masyarakatnya kepada seluruh yang berwenang dan diberi tugas oleh raja.

Ternyata dalam obrolan tersebut sang patih Kala Gundu membandingkan dengan negara Astina dan Amarta. Dimana negara Amarta lebih maju dan memiliki masyarakat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan negara Astina apalagi dengan dengan negara mereka. Usut punya usut negara Amarta memiliki rahasia yang tersembunyi, sebuah pusaka lambang negara Layang Jamus Kalimusada.

Cerita Wayang Golek Live Gatotkaca Kembar

Cerita Wayang Golek Live Gatotkaca Kembar

Diceritakan Raden Gatotkaca Putra dari Arya Bima dan Ratu Arimbi sedang sakit parah, badannya yang sangat kuat tidak mampu menahan rasa sakit yang sedang dideritanya. Arya Bima berusaha mencari obat untuk kesembuhan putra bungsunya dengan cara bertapa di alas Parewana. Saat bertapa Arya Bima dijaga dan ditemani oleh kedua anaknya yaitu Raden Jaka Tawang dan Raden Anterja tak lupa panakawan diantaranya Lurah Semar, Sastra Jingga dan Dawala ikut menjaganya.

Senin, 06 Mei 2024

Cerita Wayang Golek Live Arjuna Rarabi

Cerita Wayang Golek Arjuna Rarabi

(Parta Krama)

Rekaman live menggunakan kaset pita audio pagelaran wayang golek Giri Harja 3 H. Asep Sunandar Sunarya alm. di Bantar Sema Kec. Cibogo Kab. Subang sekitar tahun 2000 an, dengan judul Parta Krama atau Arjuna rarabi.

Prabu Batara Kresna mempunyai seorang adik perempuan yang bernama Dewi Mayang Arum (Nama Masa Kecil Dewi Subadra). Sudah lama Mayang Arum memiliki kekasih yang sangat dicintainya seorang satria gagah berani dengan rupa yang sangat tampan mempesona yaitu Adipati Arjuna. Arjuna bertugas sebagai Adipati atau bupati di daerah yang termasuk kedalam kekuasaan negara Amarta.

Suatu saat Prabu Batara Kresna kedatangan tamu dari Negara Amarta yaitu Raden Gatotkaca yang mempunyai niat untuk melamar Dewi Mayang Arum untuk pamannya yaitu Arjuna. Hadir juga saat itu patih Dwarawati yang bernama Setiyaki yang sangat senang dengan kedatangan Raden Gatotkaca. Apalagi setelah Raden Gatotkaca mengungkapkan niat kedatangannya ke Negara Dwarawati untuk melamar Dewi Mayang Arum.

Cerita Wayang Golek Live Jabang Tutuka

Cerita Wayang Golek Jabang Tutuka

Pemutaran kaset audio dengan tape Polytron BB 632K cerita / lakon wayang golek live judul Jabang Tutuka (Gatotkaca masih belia) Alm. H. Asep Sunandar Sunarya berdurasi sekitar 5 jam. Jumlah kaset pita kosong total adalah 6 buah (C60). Rekaman audio live panggung sekitar tahun 2006 di di Kec. Kalijati Kab. Subang Jawa Barat, dalam acara hajatan syukuran khitanan. Saat itu saya hanya berbekal kaset pita kosong sejumlah antara 6-8 buah, untuk tape recordnya sudah disediakan oleh operator sound system panggung rombongan Giri Harja 3. Kadang kita sendiri yang mengoperasikan peralatan soundnya itung2 ngebantu operator sound system.

Komentar Via Facebook