Senin, 20 Juni 2011

Setting Queue Simple Mikrotik

Queue Simple Mikrotik

Berikut ini saya coba berbagi mengenai manajemen bandwidth mikrotik router dengan metode Queue Simple. Sebetulnya ada dua buah metode pengaturan pembagian bandwidth yang terdapat pada mikrotik, yaitu Queue Simple dan Queue Tree. Dari kedua Queue tersebut jelas memiliki perbedaan, diantaranya :

Queue Simple = melimit bandwith per ip
Queue Tree = melimit bandwidth lebih dari 1 ip (melimit keseluruhan)

kasus: misal bandwidth total yg kita miliki 1 mb
jumlah client : 4

Jika memakai Queue Simple :
1 client misal dikasih bandwidth 256kbps (meskipun yang online satu orang tetap dia mendapat bandwidthnya 256kbps) (cocok untuk game online)

Jika memakai Queue Tree :
Apabila yang online 4 orang maka bandwidth akan dibagi rata 1mbps/4 = 256kbps , apabila yang online hanya 1 orang maka 1mbps/1 = 1mbps (kurang cocok untuk dipakai game online) = lag

Bagi saya pribadi paling cocok menggunakan Queue Simple, disamping simpel settingnya sesuai juga dengan kebutuhan usaha warnet game online. Selain itu jika ada users yang rakus bandwidth seperti download yang menggunakan Internet Download Manager (IDM), streaming video dll, metode ini bisa diandalkan. Tidak seperti Queue Tree yang sering kecolongan, walaupun sudah menggunakan Per Client Queues (PCQ). Tapi itu semua tergantung dari kebutuhan dan penggunaan kita, jika ulet alias tekun saya rasa Queue Tree juga bisa diset supaya tidak banyak kecolongan pada pengaturan bandwidthnya, asal teliti pada setting firewall manglenya.

Di bawah ini saya berikan contoh setting Queue Simple dengan jumlah PC 10 buah, dengan alokasi bandwidth yang diberikan pada masing-masing PC sebesar 256kbps (Download) dan 128kbps (Upload). Yang perlu diperhatikan jika kita menginginkan kinerja dari metode ini bekerja akurat, angka Limit-at pada masing-masing Client jumlah totalnya harus sama atau kurang dari Bandwidth Total yang kita dapat dari ISP. Sedangkan Max-limitnya terserah keinginan kita yang penting dibawah dari jumlah Total Bandwidth. Sehingga jika suatu saat trafik penuh, tidak ada users yang tidak mendapat Bandwidth, karena masih ada jatah yang kita set pada Limit-at. Itulah pentingnya kita nge-set Limit-at pada metode Queue Simple.

Pada contoh ini Limit-at saya beri nilai 128kbps, terserah anda tinggal disesuaikan saja.

name="Traffic Shaping" target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none direction=both priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=320000/1213000 total-queue=default-small

name="Server" target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/500000 total-queue=default-small

name="Client-1" target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-2" target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-3" target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-4" target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-5" target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-6" target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-7" target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-8" target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

name="Client-9" target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=lokal parent=Traffic Shaping direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=64000/128000 max-limit=128000/256000 total-queue=default-small

Contoh pada winbox :

Demikan Semoga Bermanfaat, selamat berkreasi.

6 komentar:

  1. Terima Kasih Mas ADE...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memakai Queue Simple :
      1 client misal dikasih bandwidth 256kbps (meskipun yang online satu orang tetap dia mendapat bandwidthnya 256kbps) (cocok untuk game online).
      Jika memakai Queue Tree:
      Apabila yang online 4 orang maka bandwidth akan dibagi rata 1mbps/4 = 256kbps , apabila yang online hanya 1 orang maka 1mbps/1 =1mbps (kurang cocok untuk dipakai game online) = lag

      loh kalo yang online cuma 1 orang dapat 1Mb kan malah bagus...!ni katanya malah lag..gimana sih....?

      Hapus
    2. Tergantung selera n topologinya kang Iwang... Masing2 punya tujuan tentunya :)

      Kita berbica masalah BW management untuk game online, sengaja dibuat fix untuk besaran BW nya. Supaya adil, dan yg penting upload bisa tetap terkendali setelah kita perhitungkan.

      Hapus
  2. Saya rasa Penjelasan Bang Ade itu sudah benar berdasarkan pengalaman sendiri.simple queues melimit per IP,sangat cocok untuk game online.kalo game online memakai Queues Tree dijamin saling berebut bandwidth,jika salah satu client sedang patch game dijamin 3 lainnya akan lag(kecuali memakai proxy external untuk cache patch game sebelumnya).Masalah "Jika memakai Queue Tree:
    Apabila yang online 4 orang maka bandwidth akan dibagi rata 1mbps/4 = 256kbps , apabila yang online hanya 1 orang maka 1mbps/1 =1mbps (kurang cocok untuk dipakai game online) = lag",itu cuma beda pengertian aja,seadainya kita terapkan Queues Tree untuk game online tar kerasa sendiri efeknya

    BalasHapus
  3. @iwango.
    lag di game bukan hanya karena bandwithnya ga cukup. Tetapi juga karena jaringannya ga stabil.

    Contohnya ni. ada 4 orang (A,B,C,D). Yg 1 orang si A lagi main WAR/PVP dan makan bandwidth 900Kbps. Trus tiba-tiba 3 org lainnya yg tadinya anteng-anteng di kota sepi tiba-tiba ikutan masuk ke PVP yg rame juga. Pasti kan request bandwidth gede tuh. Pas butuh bandwith gede ternyata lagi di pake si A. otomatis delay dulu (lag) karena nunggu disediain bandwidthnya.

    nah utk nyiapin bandwidth, si A packetnya pasti di drop semua tuh yg 650Kbpsnya. Apa gamenya ga langsung ngelag tuh? Tiba2 packetnya pada drop semua. Ato lebih parah malah kena disconnected.

    Nah klo pake static bandwith 256Kbps kan ga mungkin tuh ada packet di drop secara besar-besaran. Karena kecepatannya konstan.


    Game-game online jauh lebih membutuhkan kestabilan jaringan daripada bandwidth. Biarpun bandwidth lu 2Mbps kalo jaringannya ga stabil, tetep aja ngelag. 256Kbps-512Kbps aja udah cukup buat game online asal koneksinya stabil.

    Memang hal seperti ini tidak akan terjadi terlalu sering. Tetapi jika harus memilih. Para gamer pasti lebih memilih gerakannya putus-putus dikit ga apa apa asal stabil, dibandingkan dengan gerakannya lancar tapi tiba-tiba sering freeze ga jelas.

    BalasHapus
  4. kalo warnet gw lebih enak pake queue three dengan limit browsing dan down di bikin parrent , trafik game dibikin prioritas utam, walopun warnet penuh game tetep lancar, tidak lag.

    BalasHapus

Komentar Via Facebook