Jumat, 28 Mei 2010

Mengenal Pandawa Lilima

Mengenal Pandawa Lima


Dalam rangka mengembangkan dan mengenalkan Seni Sastra Padalangan, kami mencoba menyebarluaskan Seni Sastra Padalangan ini yang diawali dengan memperkenalkan tokoh-tokoh Pandawa Lilima dan tokoh-tokoh lain dengan perangai dan karakter yang berbeda. Mari kita coba jelaskan satu per satu:

Prabu Pandu Dewanata

Raden Pandu Dewanata adalah putra Bagawan Abiyasa (Kresna Dipayana) dari Dewi Ambalika. Nama temannya adalah Destarata, nama saudara perempuannya adalah Raden Yamawidura. Pandu memiliki suasana hati yang baik, pejuang yang sangat berani dan kuat. Alhasil, ia diangkat menjadi raja Astina. Dua istri Pandu adalah Dewi Kunti Nalibrata dan Dewi Madrim.

Pandu Dewanata memiliki lima putra yang diberi nama Pandawa Lilima. Putra sulungnya bernama Samiaji biasa dipanggil Darmakusumah, yang kedua Bima atau Bratasena, yang ketiga Arjuna, yang keempat Nakula dan yang bungsu Sadewa. Ketiga putra Dewi Kunti adalah Samiaji, Bima dan Arjuna. Si kembar adalah Nakula dan Sadewa, putra Pandu dari Dewi Madrim. Pandu meninggal dengan sumpah Resi Kumindana. Sebelum meninggal, ia meninggalkan negeri Astina dan keluarganya menuju Destarata.

Dewi Kunti Nalibrata

Dewi Kunti Nalibrata adalah putra raja Kuntiboja dari Negeri Mandura. Dewi Kunti bernama Basudewa. Sebelum menikah Dewi Kunti hamil secara tidak wajar. Di sini Batara Surya yang berdosa mengeluarkan janin dari puting Dewi Kunti. Karena itulah bayinya adalah Karna yang berarti anak kecil. Selama menjadi permaisuri Pandu Dewanata, Dewi Kunti memiliki tiga putra. Yang sulung bernama Darma Kusumah, yang kedua bernama Bratasena, yang termuda bernama Arjuna. Putra lainnya adalah Karna dari Batara Surya.

Darmakusumah

Darmaksumah biasa disebut Puntadewa atau Kontea. Karena dia adalah putra sulung Pandu, dia diangkat menjadi raja Amarta. Saat berada di hutan (hutan) Amer, Kontea bertemu dengan raja Siluman, namanya Darmakusumah. Sejak saat itu, Kontea menggunakan julukan Darmakusumah. Alas Amer menjadi negara Amarta.

Darmakusumah beristrikan Dewi Drupadi, putra Prabu Drupada dari negeri Cempala Dirja. Mereka memiliki seorang putra bernama Raden Pancawala. Prabu Darmakususmah, raja Amarta, adalah rajanya. Dia sabar, percaya, adil, bijak dan mencintai rakyatnya. Selama dia berada di Marcapada, dia tidak pernah menyakiti siapa pun. Ia juga memiliki azimat Jamus layang kalaimasadha.

Bratasena (Bima)

Bratasena sering disebut Bima, Werkudara, Sena atau Bilawa. Ketika dia lahir, dia masih terbungkus selimut. Soehna paket itu marah besar pada Gajah Sena. Dia kemudian dipanggil Sena. Perawakan Sena tinggi, dengan dada bidang, dan hidung besar.

Jenggot, janggut dan kumis rambosbos bewos dan rambut gimbal. Sifatnya jujur, dia tidak bohong, dia sekencang pancake. Dia berkata bahwa dia takut atau takut akan segalanya. Alhasil, ia dijadikan benteng Amarta. Bratasena memiliki tiga istri. Yang pertama disebut Dewi Badawangwati putra Jakatawan, yang kedua Dewi Nagagini putra Raden Antareja, dan yang terakhir Dewi Arimbi putra Raden gatotkaca.

Arjuna

Arjuna adalah putra tengah Pandu, namun sering disebut Pandawa Tengah. Dia adalah salah satu ksatria pemberani. Wajahnya putih dengan senyum di wajahnya. Karakternya adalah bisa duduk, tajam dan teratur, sopan santun, bahasa yang baik, sopan santun, menghormati orang tua, tunduk pada guru, takut pada Yang Maha Kuasa. Arjuna adalah prajurit yang sangat pemberani. Dikatakan bahwa manusia langit adalah manusia dunia.

Karakternya dipisahkan oleh istrinya dan dicintai oleh keluarganya. Numawi menjadi impian gadis itu, tangkapan Kania. Arjuna memiliki banyak istri. Namun yang sebenarnya hanya Dewi Subadra, putra Prabu Basudewa dari Mandura, dan Dewi Srikandi, putra Prabu Drupada dari negeri Cempala Dirja. Putra dari Dewi Subadra adalah Raden Abimanyu. Arjuna memegang jabatan sebagai Adipati di Madukara.

Nakula Sadewa

Nakula dan Sadewa adalah anak kembar Pandu Dewanata dari Dewi Madrim. Sejak saat itu, anak kembar tersebut diasingkan oleh ibu mereka. Akibatnya, kedua Pandawa dikandung oleh Dewi Kunti bersama Pandawa lainnya. Dalam kisah Pandawa yang menyamar di negeri Wirata, Nakula berganti nama menjadi Pinten, Sadewa menjadi Tangsen. Mereka adalah ksatria kembar yang belajar di bidang pertanian dan merawat hewan, untuk meningkatkan mata pencaharian dan kehidupannya.

Batara Kresna (Bangbang Narayana)

Bangbang Narayana adalah nama Krisna saat masih remaja. Ia adalah putra Prabu Basudewa, raja Mandura. Istrinya adalah Raden Kakasrana atau Prabu Baladewa dan dia memiliki seorang adik perempuan dari Dewi Badraini yang bernama Dewi Subadra atau Dewi Mayang Arum. Prabu Kresna adalah perwujudan Dewa Wisnu, tubuhnya berwarna gelap (hitam), karena itu ia sering disebut Batara Kresna. Ia menjadi Raja di negeri Dwarawati.

Prabu Kresna pandai berbicara, sangat berani. Ia memiliki senjata panah Cakra yang sakti, serta Azimat Kembang Wijayakusumah untuk menyembuhkan orang sakit atau yang meninggal sebelum waktunya. Saat Barata Yudha, Kresna menjadi juru taktik perang Pandawa. Semua musush dapat dikalahkan oleh para Pandawa melalui tipu muslihat Batara Kresna.

Raden Gatotkaca

Gatotkaca adalah putra Bima dari Dewi Arimbi, ratu Pringgandani. Istri Raden Gatotgaca adalah Dewi Pergiwa, anak Raden Arjuna, anak Bangbang Kaca. Ketika kabelnya lahir, tidak bisa diputus, bisa diputus dengan senjata Konta. Arjuna lah yang dapat mematahkannya. Dalam kisah Barata Yudha, Raden Gatotgaca membunuh banyak Korawa. Gatotkaca perlaya karya Konta milik Adipati Karna.

Semar Badranaya

Semar Badranaya adalah salah satu badega yang membela Pandawa. Semar sering disebut Lurah Semar Kudapawana. Mulanya saya terlambat menguning, kemudian Dewa yang memilih berperang, namanya Batara Ismaya atau Sang Hyang Munget, putra Sang Hyang Wenang.

Wujud Semar meniru jenis yang sekarang kita kenal karena membunuh saudaranya Sang Hiyang Rancasan bersama saudaranya yang bernama Sang Hyang Antaga karena memiliki azimat Jamus Layang Kalimasadha. Sedangkan Ki Lurah Semar melahirkan tiga putra, Cepot / Sastrajingga, Udel / Dawala, dan Gareng yang tingkahnya lucu. Ki Semar memiliki istri Dewi Sutiragen.

www.sundanet.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Via Facebook